Recent Posts

Halo sahabat selamat datang di website kampusterkini.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Universitas Andalas Teliti Ribuan Sampel Swap dari Sumbar dan Bengkulu oleh - kampusterkini.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

INFOKAMPUS.NEWS â€" Fakultas Kedokteran Universitas Andalas  (Unand) Padang telah menguji ribuan sampel swap selama pandemi Covid-19 merebak.

Sampel yang diuji tersebut tidak hanya berasal dari Sumatera Barat saja. Provinsi tetangga sudah mulai memberikan hasil swapnya ke Laboratorium Universitas Andalas untuk diuji.

“Kami baru menerima swap dari Bengkulu dan Muko-muko dengan jumlah swap sebanyak enam sampai tujuh saja,”  ungkapnya.

Dr. dr. Andani Eka Putra selaku Kepala Pusat Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand) Padang menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengujian swap selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Pengujian sampel swap yang dilakukan oleh Unand sampai Selasa 5 Mei 2020 telah mencapai sebanyak 6.115 sampel swap.

“Untuk uji swap, kami telah melakukan pengujian terhadap ribuan sampel, hari ini sekitar 7.000 sampel sudah kami periksa,” katanya saat melakukan konferensi pers online, Rabu (6/5) malam.

Dari ribuan yang diperiksa tersebut, pihaknya telah memastikan sebanyak 238 sampel dinyatakan positif terinfeksi virus Corona.

“Kami memiliki sebanyak 45 orang yang ikut melakukan pengujian sampel ini, bekerja berpasangan dan bisa menyelesaikan sebanyak 120 sampel dalam waktu empat sampai lima jam per pasang,” tambahnya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya membagi pekerjaan itu dengan tiga shift dalam sehari dengan anggota 15 orang per shift.

“Dengan begitu, kami bisa menyelesaikan 840 sampel dalam waktu empat sampai lima jam,” pungkasnya. (Tam)

Itulah tadi informasi dari daftar slot mengenai Universitas Andalas Teliti Ribuan Sampel Swap dari Sumbar dan Bengkulu oleh - kampusterkini.xyz dan sekianlah artikel dari kami kampusterkini.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Universitas Andalas Teliti Ribuan Sampel Swap dari Sumbar dan Bengkulu oleh - kampusterkini.xyz

By Admin → Tuesday, July 28, 2020

Halo sahabat selamat datang di website kampusterkini.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar UB Gandeng Kodim 0833, Polres Malang Kota, dan MBLC Gelar TOT oleh - kampusterkini.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

INFOKAMPUS.NEWS -UB bekerjasama dengan Kodim 0833 dan Polresta Malang menggelar TOT  Kampung Tangguh. Gandeng Babinsa dan Babinkamtibmas se-Kota Malang serta Polresta Malang, Universitas Brawijaya menggelar training of trainer (TOT) tentang Kampung Tangguh, yang salah satu materinya adalah memandikan jenazah COVID-19.

Ketua Satgas UB dr Aurick Yudha Nagara mengatakan, TOT ini diselenggarakan atas kerja sama antara UB, Kodim 0833 Kota Malang, Polres Malang Kota dan Malang Bersatu Lawan Corona (MBLC), dan Para Babinsa dan Babinkamtibmas mendapatkan materi tentang Kampung Tangguh yang disampaikan oleh nara sumber dari UB.

TOT yang diselenggarakan di gedung Widyaloka UB itu sebagai upaya membangun Kampung Tangguh. Tidak hanya iTunes, tapi perlunya pendampingan Kepada masyarakat dalam menghadapi COVID-19.

Di Kampung Tangguh, warga juga dilatih bagaimana menangani jenazah korban Covid-19. Mulai dari cara memandikan jenazah hingga pemakaman jenazah. Secara mandiri dan paham metodenya, warga di Kampung Tangguh harus menguasai hal tersebut.

Babinsa dan Bhabinkamtibmas di Kota Malang mengikuti TOT itu untuk mendampingi warga menjalankan panduan Kampung Tangguh yang sudah dikonsep dan kini sudah banyak diterapkan di banyak daerah di Jawa Timur dan luar Jawa Timur.

“Gerakan ini murni dari msyarakat yang sangat merindukan didampingi. Pendampingan oleh Babinsa dan Babinkamtibmas yang ditempelkan di RW, ” tandasnya.

Hadir pula dalam kegiatan ini Dandim 0833 Kota Malang Letkol (Inf) Tommy Anderson dan Kapolres Malang Kota Kombes Leonardus Simamarta, Tim MBLC dan tokoh Aremania Ovan Tobing.

Dandim 0833 Letkol Inf Tommy Anderson berharap kegiatan ini bisa memberikan penguatan lebih lanjut di masyarakat. “Harapan kami dari tim UB dapat memberikan kunci konsep ketangguhan Kampung Tangguh”, ujar Tommy.

Sementara itu Kapolres Malang Kota mengatakan bahwa pandemi Covid-19 dapat dilihat tidak hanya dari sektor medis. ” Tetapi juga dapat dilihat dari beberapa sisi lainnya diantaranya dari sisi kemasyarakatan, sosial dan keamanan,” kata Leonardus.

Hadir sebagai pemateri dalam TOT tersebut diantaranya, Mangku Purnomo, SP, M.Si, PhD. Beliau menyampaikan materi Kampung Tangguh secara umum. Mangku adalah salah satu tim perumus Kampung Tangguh. Secara detail ia menjabarkan mengapa saat pandemi Covid-19 Kampung Tangguh menjadi solusi paling efektif untuk memutus peredaran virus Covid-19.

Pemateri berikutnya Tri Wahyu Nugroho, SP, M.Si. menyampaikan soal konsep Kampung Tangguh dalam hal Sumber Daya Manusia (SDM) dan logistik atau ketahanan pangan yang disebut Lumbung Pangan yang ada di Kampung Tangguh.

Materi selanjutnya soal konsep Kampung Tangguh disektor informasi dan tangguh budaya. Materi ini disampaikan oleh Redy Eko Prasetyo, S.Psi. Di Kampung Tangguh, masyarakat juga harus tangguh disektor informasi. Tidak mudah termakan informasi hoaks.

Bahkan, di Kampung Tangguh, semua informasi terpusat di bagian yang dikelola oleh warga di Kampung Tangguh. Seperti, grup WhatsApp (WA) khusus di kampung tangguh. Ada Tipi Kampung yang menjadi pusat informasi soal Covid-19 dan program yang akan dijalankan oleh warga.

Pemateri yang keempat, disampaikan oleh Ika Rahma S, S.Psi, M.Psi, beliau menjelaskan soal konsep Kampung Tangguh disektor psikologi. Masyarakat di Kampung Tangguh juga harus tangguh dibidang psikologi.

Untuk materi tangguh keamanan dan ketertiban, disampaikan oleh Heru Galang, ST. Selain tangguh disektor SDM, pangan, informasi dan budaya, serta psikologi, warga di Kampung Tangguh juga harus tangguh dibidang keamanan dan ketertiban. Warga harus terjamin keamanannya.

Selanjutnya, Raden Arief Setyawan, ST, MT. menyosialisasikan soal Sistem Informasi Kampung Tangguh (SIKAT) yang harus diterapkan di Kampung Tangguh. Sistem ini yang mengatur regulasi informasi yang harus diterima oleh warga di Kampung Tangguh.

Materi terakhir disampaikan oleh dr Aurick Yudha Nagara, Sp.EM dan dr Ayunda. Keduanya banyak menjelaskan soal konsep tangguh disektor kesehatan dan langsung melakukan simulasi pemulasaraan jenazah khusus untuk korban Covid-19. (Rfl)

Itulah tadi informasi dari situs judi online mengenai UB Gandeng Kodim 0833, Polres Malang Kota, dan MBLC Gelar TOT oleh - kampusterkini.xyz dan sekianlah artikel dari kami kampusterkini.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

UB Gandeng Kodim 0833, Polres Malang Kota, dan MBLC Gelar TOT oleh - kampusterkini.xyz

By Admin → Monday, July 27, 2020

Halo sahabat selamat datang di website kampusterkini.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Link and Match : Pendidikan Vokasi Perlu libatkan Dosen Kalangan Praktisi oleh - kampusterkini.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

INFOKAMPUS.NEWS â€" Kemendikbud akan memulai gerakan ‘Pernikahan Massal” (Link and Match) antara  pendidikan vokasi dengan dunia indutsri dan dunia kerja (DUDI).

Target program penguatan ini adalah sekitar  100 prodi vokasi di PTN (Perguruan Tinggi Negeri) dan PTS (Perguruan Tinggi Swasta) agar melakukan pernikahan massal di tahun 2020 dengan puluhan bahkan ratusan industri.

Plt.Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi  dan Profesi Ditjen Diksi Kemendikbud  Agus Indarjo menyampaikan program penguatan program studi (prodi) lewat upaya mendorong populasi dosen tamu yang berstatus dosen tetap dari industri dan dunia kerja di perguruan tinggi vokasi bisa meningkat dengan pesat.

Dosen tamu yang berstatus dosen tetap ini akan melakukan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat) seperti dosen-dosen tetap lainnya.

Tanpa kehadiran para dosen profesional dari kalangan praktisi  tersebut, pendidikan vokasi tidak akan optimal,” tegas Agus dalam telekonferensi  Rabu (27/5).

Selain itu kampus tetap didorong untuk mengundang para dosen tamu berstatus tidak tetap untuk memperkaya dan meningkatkan kualitas pembelajarannya.

Agus mengatakan bahwa para dosen tetap di kampus  harus didorong untuk memiliki sertifikasi kompetensi yang diakui oleh dunia industri dan dunia kerja.

Selain itu dalam kurun waktu tertentu, misal beberapa tahun sekali, para dosen vokasi juga didorong untuk magang di industri selama beberapa bulan.

“Hal ini untuk me-refresh dan meningkatkan  kompetensi mereka, dengan terjun langsung di industri,  meninggalkan kampus untuk sementara waktu,” terangnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kemendikbud, Wikan Sakarinto mengungkapkan pihaknya akan berupaya program penguatan ini akan dilakukan  terus menerus secara maksimal. (Van)

Itulah tadi informasi dari daftar poker mengenai Link and Match : Pendidikan Vokasi Perlu libatkan Dosen Kalangan Praktisi oleh - kampusterkini.xyz dan sekianlah artikel dari kami kampusterkini.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Link and Match : Pendidikan Vokasi Perlu libatkan Dosen Kalangan Praktisi oleh - kampusterkini.xyz

By Admin → Saturday, July 25, 2020

Halo sahabat selamat datang di website kampusterkini.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar KKN Secara Daring, Mahasiswa UGM Beri Edukasi Covid-19 oleh - kampusterkini.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

INFOKAMPUS.NEWS â€" Sejak Pandemi Covid-19 merambah tanah air, Universitas Gadjah Mada (UGM) memilih untuk menyelenggarakan KKN secara daring.

KKN daring Peduli Covid-19 ini telah memasuki periode ke-6, dimana pada periode ke-6 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Peduli Covid  secara daring ini diikuti oleh  354 mahasiswa UGM mulai 4 Mei hingga 22 Juni 2020.

Prof. Irfan D. Prijambada selaku Direktur Pengabdian Kepada Masyarakat UGM memaparkan bahwasanya dalam kondisi normal UGM biasanya menerjunkan mahasiswanya secara langsung secara berkelompok untuk mengabdi di desa-desa dan tinggal selama dua bulan membaur dengan masyarakat.

Namun, di tengah pandemi Covid-19 pelaksanaan KKN dilakukan secara daring dari kos atau rumah masing-masing mahasiswa. Nantinya para mahasiswa akan dibimbing oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) secara daring dengan tema edukasi yang disesuaikan dengan kondisi daerahnya.

“Secara umum KKN dilakukan secara daring. Sebab, tidak memungkinkan dalam kondisi sekarang mahasiswa ke lapangan dan tinggal di tempat KKN selama 2 bulan,” jelasnya.

Dilansir dari website resmi UGM, KKN Peduli Covid-19 ini mengusung tema ketahanan kesehatan. Para mahasiswa difokuskan untuk mengedukasi masyarakat tentang pencegahan, penanganan, dan mitigasi Covid-19.

Menurutnya, edukasi tentang Covid-19 yang benar sangat diperlukan dalam situasi saat ini. Pasalnya, hingga kini masih banyak informasi-informasi yang keliru tentang virus corona jenis baru ini serta upaya pencegahnnya. Misalnya, masih banyak praktik penyemprotan disinfektan ke tubuh di kampung-kampung. Padahal, tindakan tersebut membahayakan kesehatan.

“Sekarang ini mahasiswa diarahkan untuk terus menyampaikan informasi-informasi yang benar terkait Covid-19 ke masyarakat, berperang melawan hoaks,”terangnya.

Tak hanya melakukan edukasi, para mahasiswa KKN juga membantu masyarakat desa dalam menyiapkan perekonomian masyarakat pasca pandemi Covid-19.

Irfan mengatakan pelaksanaan KKN secara daring masih akan dilaksanakan pada periode berikutnya, mengingat pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Menurut rencana akan diikuti kurang lebih 4.300-an mahasiswa dengan sebaran pelaksanaan KKN hampir merata setiap provinsi Indonesia.

Lokasi KKN  menyebar di 18 desa yang berada di wilayah DIY meliputi Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Gunungkidul, dan Kotamadya Yogyakarta. (Tam)

Itulah tadi informasi dari idn poker mengenai KKN Secara Daring, Mahasiswa UGM Beri Edukasi Covid-19 oleh - kampusterkini.xyz dan sekianlah artikel dari kami kampusterkini.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

KKN Secara Daring, Mahasiswa UGM Beri Edukasi Covid-19 oleh - kampusterkini.xyz

By Admin → Monday, July 20, 2020

Halo sahabat selamat datang di website kampusterkini.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Mahasiswi PGPAUD Unmul Raih Juara 3 Kompetisi Poster Puspresnas oleh - kampusterkini.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

INFOKAMPUS.NEWS â€" Hijrana, Mahasiswi dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru PAUD Universitas Mulawarman (UNMUL) meraih Juara 3 pada Kompetisi Poster.

Pusat Prestasi Nasional (PUSPRESNAS) Kementrian Pendidika dan Kebudayaan melaksanakan Kompetisi Poster, Penulisan Opini, dan Video Opini dalam rangka  Hari Pendidikan Nasional dan pelaksanaan kegiatan disaat kondisi Pandemi COVID-19.

Berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan, Pusat Prestasi Nasional menyampaikan Juara 1,2,3 dan harapan 1 serta harapan 2. Mahasiswi  angkatan 2016 ini mengaku poster yang menjadi juara 3 ini dikerjakan selama 2 minggu.

Hijrana mengungkapkan bahwa Lomba yang diselenggarakan oleh PUSPRESNAS ini telah diselenggarakan dengan baik. “Lomba yang diselenggarakan oleh pusprenas telah diselenggarakan dengan baik. Persyaratan yang dicantumkan sangat jelas dan tidak rumit. PUSPRESNAS juga memberikan E-sertifikat dan uang pembinaan,” ucapnya.

Prestasi yang diraih Hijrana ini tidak lepas dari kebijakan Prof. Dr. H Masjaya, M.Si selaku rektor Unmul yang memberikan kesempatan kepada semua mahasiswa untuk berkompetisi.

Keinginan mengasah kemampuan dalam bidang desain yang mampu memahami antara gambar dan pesan yang disampaikan menjadi faktor pendorong bagi mengikuti perlombaan ini

“Ini berhubungan dengan jurusan yang saya ambil, yaitu Prodi PGPAUD, dimana anak usia dini masih dalam tahap membaca gambar. Selanjutnya saya ingin menambah pengalaman dalam bidang perlombaan desain poster, dan yang jelas saya ingin menjadi bagian yang peduli dengan wabah dunia Covid-19,” papar Hijrana.

Melalui poster yang ia buat, Mahasiswi FKIP ini berharap dapat membantu masyarakat untuk mengetahui cara penularan covid-19 dan bagaimana pencegahan covid-19.

Hijrana juga memiliki harapan kepada teman â€" teman mahasiswa yang lain agar selalu mengembangkan potensi yang ada pada diri masing-masing.

“Harapan saya untuk teman-teman yang  yang lain agar dapat mengetahui potensi yang ada di dalam diri dan jangan pernah menyerah untuk mengikuti sebuah perlombaan untuk dapat memotivasi diri untuk lebih meningkatkan karya yang lebih baik lagi,”jelasnya. (Tam)

Itulah tadi informasi dari agen poker mengenai Mahasiswi PGPAUD Unmul Raih Juara 3 Kompetisi Poster Puspresnas oleh - kampusterkini.xyz dan sekianlah artikel dari kami kampusterkini.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Mahasiswi PGPAUD Unmul Raih Juara 3 Kompetisi Poster Puspresnas oleh - kampusterkini.xyz

By Admin → Friday, July 17, 2020

Halo sahabat selamat datang di website kampusterkini.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Tidak Bermimpi, Prof. I Made Wartana Berhasil Menjadi Profesor ITN oleh - kampusterkini.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

INFOKAMPUS.NEWS â€" Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang  kembali menambah Guru Besar. Setelah bulan Januari 2020, kali ini kampus biru ITN Malang kembali menambah satu Guru Besar lagi. Beliau adalah Prof. Dr. Eng. Ir. I Made Wartana MT, Guru Besar Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITN Malang, Bidang Ilmu Teknik Elektro.

“Sebenarnya impian saya untuk sekolah tinggi tidak ada. Karena saudara banyak, orang tua hanya guru sekolah dasar, akhirnya saya sekolah STM kala itu sambil membantu bertani. Kalau sekolah STM kan bisa langsung bekerja, yang ada di pikiran saya agar adik-adik saya bisa sekolah,” ujar Prof. Made mulai bercerita.

Awalnya, Prof Made sempat berfikir tidak akan sampai meraih gelar profesor dalam karir akademiknya. Mengingat Made kecil berasal dari keluarga sederhana dari Kelurahan Panjer wilayah Kecamatan Denpasar Selatan, Denpasar, Bali. Sebagai anak kedua dari tujuh bersaudara, Made hanya berkeinginan bisa lulus sekolah kemudian lekas mendapatkan pekerjaan untuk membantu orang tua menyekolahkan adik-adiknya.

Keinginan Made masuk STM sebenarnya ingin mengambil jurusan teknik mesin, namun berhubung kuota sudah penuh akhirnya ia mengambil jurusan elektro. Harapannya selepas tamat STM bisa langsung bekerja, lagi pula kalaupun mau mengikuti tes masuk perguruan tinggi prediksinya juga tidak akan lolos karena mata pelajarannya yang berbeda.

Namun, atas dorongan pamannya, akhirnya Made memiliki keinginan untuk kuliah. Terjadilah kebimbangan dalam diri Made. Disatu sisi dia terlanjur lulusan STM, disisi lain orang tua tidak cukup biaya untuk menguliahkan Made. Padahal Made adalah anak yang pintar, terbukti sejak sekolah dasar selalu menjadi langanan juara kelas.

“Begitu tamat STM paman saya punya ide. Katanya ‘kamu pintar, harus sekolah lagi’. Akhirnya saya ikut paman ke Malang. Dengan percaya diri daftarlah di IKIP Malang saat itu tahun 1981. Ternyata jurusan elektro tidak ada. Kemudian mencoba daftar ke Uiversitas Brawijaya (UB), namun tidak bisa lantara saya lulusan STM,” ungkap Prof Made.

Nasib mujur masih berpihak pada Made. Saat pulang mendaftar dari UB dengan berjalan kaki, Made melewati kampus Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, yang kala itu masih bernama Akademi Teknik Nasional (ATN). Perasaan optimis bisa kuliah langsung muncul pada diri Made.

“Ya, pas jalan kaki dari UB mau pulang ke Jalan Jombang lewatlah saya di Jalan Bendungan Sutami. Di situ ada papan nama ATN dan ada jurusan Teknik Elektro. Nah, dari situlah akhirnya saya daftar ke ITN Malang. Apalagi nama rektornya terkenal saat itu, Pak Abel Silalahi,” lanjutnya.

Bersyukurlah Made diterima dengan jalur lulus murni dan hanya membayar uang masuk sebesar 300 ribu rupiah. Padahal kalau Made sampai masuk cadangan dia harus mengeluarkan dana satu juta rupiah, uang yang cukup besar bagi Made, mengingat biaya masuk kuliah dibantu oleh sang paman.

Meski saat STM Made mengambil jurusan elektro, namun ternyata saat kuliah banyak materi perkuliahan yang harus dipelajari. Saat itulah Made sempat drop, pasalnya di perkuliahan teknik ada pelajaran matematika, fisika yang lebih rumit. “Ya, belajarnya dari teman-teman Cina, mereka banyak bantu saya. Tapi hanya satu semester, di semester kedua saya sudah bisa mengejar ketertinggalan saya,” kenang Made.

Sebenarnya kalau Made mau bisa saja kala itu dia bekerja. Sebagai 10 lulusan terbaik di sekolahnya, dia mendapat pangilan dari PLN Denpasar. Namun, Made tetap bersikukuh lanjut kuliah, apalagi saat ada panggilan tersebut dia sudah berada di Malang.

Selepas lulus dari ATN (ITN Malang), Made diangkat menjadi asisten, kemudian melamar menjadi dosen di Teknik Elektro. Sampai saat ini, sudah banyak jabatan yang diemban Prof Made salah satunya sebagai Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan.

Prof Made sadar akan perannya sebagai dosen harus meng-upgrade ilmu pengetahuan. Sarjana muda (S-1) saja tidak cukup. Maka, ia melanjutkan S-2 ke ITB. Pada waktu kuliah di ITB Made melamar dan berhasil lolos menjadi PNS (Aparatur Sipil Negara- ASN, kalau sekarang). Bahkan tanggung jawabnya sebagai dosen akhirnya membawa dia ke Negara Thailand untuk melanjutkan S-3.

Salah satu kebiasaan Made adalah belajar Bahasa Inggris, meski digunakan atau tidak. Ternyata kebiasaan ini memberi hikmah jalan mulus bagi Made mendapatkan beasiswa. Dan di tahun 2008 DIKTI memberikan peluang beasiswa DIKTI scholarship, yang mana DIKTI mengeluarkan kebijakan S-3 ke luar negeri.

“Studi ke Thailand umur saya sudah 47 tahun. Saya menjadi salah satu dari 1000 orang yang lolos beasiswa di tahun 2008. Sebenarnya sudah out of date (kadaluarsa) untuk kuliah lagi. Namun, saya merasa memiliki tanggung jawab sebagai dosen. Long life education tidak ada batas untuk belajar. Sampai matipun belajar belum akan tuntas. Kalau mampu kenapa tidak, selama itu ada peluang,” cerita alumnus doktoral Asian Institute of Technology (AIT), Thailand ini.

Menurut Profesor I Made Wartana Surat Keputusan (SK) Profesor dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI sudah keluar pada bulan November 2019 yang lalu, namun baru diterima pada akhir Mei 2020.

“SK profesor baru 29 Mei (2020) kemarin saya terima, dan selama proses (pengajuan) tidak ada revisi. Untuk pengajuannya (profesor) sudah sejak Juni 2018, kemudian bulan Agustus 2019 lolos, dan SK turun di bulan November 2019. Sebenarnya pengajuan profesor berbarengan dengan Prof Lalu Mulyadi, tapi saya upload-nya selisih enam bulan, duluan Prof. Lalu,” ujar Prof Made.

Kedepannya Profesor Made siap berkiprah lebih jauh lagi di dunia pendidikan. Dia berharap capaiannya sebagai profesor bisa memotivasi dosen-dosen lainnya terutama dosen-dosen muda.

Prof. Made merupakan guru besar ke tujuh ITN Malang dan guru besar kedua di Jurusan Teknik Elektro S-1 setelah Prof. Dr. Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE. (Rfl)

Itulah tadi informasi mengenai Tidak Bermimpi, Prof. I Made Wartana Berhasil Menjadi Profesor ITN oleh - kampusterkini.xyz dan sekianlah artikel dari kami kampusterkini.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Tidak Bermimpi, Prof. I Made Wartana Berhasil Menjadi Profesor ITN oleh - kampusterkini.xyz

By Admin → Friday, June 26, 2020